Pencegahan Penyalahgunaan NARKOBA

disampaikan oleh :
Ayi Haryani dan Enung Huripah
LPM – STKS Bandung

1. Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba berbasis masyarakat diperlukan karena :

  • Masalah narkoba adalah masalah masyarakat sehingga dibutuhkan perhatian dan jawaban dari masyarakat itu sendiri;

  • Masyarakat setempat lebih mengetahui situasi lingkungan sendiri;
  • Tindakan-tindakan dari perubahan-perubahan yang terjadi dalam upaya penanggulangannya lebih cepat terlihat hasilnya bbila masyarakat secara bersama-sama melakukannya;
  • Masyarakat setempat ikut terlibat dalam program-program yang dibuat dan dikembangkan sendiri.

2. Bagaimana masyarakat dapat berperan?

  • Masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba merupakan masalah yang konplek sehingga memerlukan peran  serta aktif dari seluruh lapisan masyarakat;
  • Masalah penyalahgunaan narkoba bukan saja tanggung jawab pemrintah tetapi seluruh elemen bangsa, sehingga masyarakat berkewajiban ikut bertanggung jawab untuk menanggulanginya;
  • Tujuan semua elemen masyarakat yang bergerak di bidang pencegahan adalah sama, sehingga perlu saling mendukung dan bekerja sama dalam pelaksanaannya.

3. Strategi Pencegahan Penyalahgunaan pada masyarakat


  • Mengadakan pelatihan dan Pendidikan
    Rencanakan untk mengadakan pelatihan atau kursus bagi kelompok-kelompok masyarakat antara lain orang tua,   tokoh-tokoh masyarakat, kelompok remaja, para guru dan siswa tentang strategi pencegahan dan pemberantasan narkoba.
  • Kebijakan dan Peraturan
    Masyarakat perlu menyusun kebijakan dan peraturan tentang pencegahan dan penanggulangan narkoba. Sosialisasikan undang-undang yang telah ada
  • Kegiatan Kemasyarakatan 
    Tokoh-tokoh masyarakat dapat mendorong dan menggerakan masyarakat untuk
    melaksanakan kegiatan-kegiatan yang positif.
  • Promosi dan hidup sehat
    Promosikan cara hidup sehat dengan program-program yang nyata.
  • Sistem Rujukan
    Menolong anggota masyarakat yang rawan atau menjadi korban narkoba untuk mendapat pelayanan pengobatan,  terapi dan rehabilitasi melalui sistem rujukan atau cara-cara yang telah disepakati.
  • Bentuk kelompok konseling
    Membentuk kelompok konseling dari warga masyarakat, tokoh-tokoh masyarakat, organisasi sosial kemasyarakatan  sebagai relawan untuk memberi konseling kepada anggota masyarakat / remaja yang mempunyai masalah pribadi, 
    rawan terhadap narkoba atau korban
    narkoba.
  • Organisasi
    Tetapkan prosedur hubungan kerja antara organisasi sosial kemasyarakatan yang ada dengan tokoh-tokoh masyarakat dan dinas/aparat terkait sehingga dapat memperlancar koordinasi dalam pelaksanaan pencegahan dan penanggulangan 
    penyalahgunaan narkoba di lingkungannya.

4. Peran Tokoh Masyarakat

Tokoh masyarakat dapat melaksanakan hal-hal sebagai berikut :

  • Pahami masalah penyalahgunaan narkoba, pencegahan dan penanggulangannya;
  • Amati situasi dan kondisi lingkungan
  • Galang potensi masyarakat yang dapat membantu pelaksanaan penanggulangannya terutama orang tua, para remaja,   sekolah, organisasi-irganisasi sosial dalam masyarakat di sekitar lingkungannya.
  • Arahkan, dorong dan kendalikan gerakan masyarakat tersebut;
  • Tatap muka dan berbicara terbuka maksud dari gerakan tersebut;
  • Adakan rapat untuk menyusun program kerja;
  • Libatkan tokoh-tokoh masyarakat, organisasi sosial, tokoh agama dan potensi-potensi masyarakat yang ada;
  • Beri pengertian tentang masalah penyalahgunaan narkoba, dimana masalah tersebut bukan lagi tanggung jawab pemerintah tetapi juga masyarakat;
  • Tokoh agama dapat berperan membina umat di lingkungannya dengan membantu keluarga-keluarga yang terkena  narkoba dengan konseling, doa, dll;
  • Mendidik umat dengan menitikberatkan pada generasi muda agar sehat jasmani/rohani, berbudi luhut dan taqwa  kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  • Kegiatan sosial antara lain pendirian pusat pelayanan/konsultasi, pusat pengobatan, serta kegiatan-kegiatan positif  lainnya sebagai kegiatan alternatif;
  • Kerjasama antar umat beragama.

5. Kunci Pokok Penanggulangan Narkoba

  • Adanya kesadaran bersama bahwa penyalahgunaan narkoba dapat merusak dan mengancam kehidupan bangsa dan negara;
  • Perlu disadari bahwa anak-anak dan generasi muda menjadi sasaran utama dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba;
  • Masalah penyalahgunaan narkoba bukan merupakan aib keluaraga, tetapi merupakan masalah nasional yang menjadi tanggung  jawab bersama, yang harus ditanggulangi secara terpadu, terkoordinir, terarah dan berkelanjutan serta dilakukan secara serius / sungguh-sungguh;
  • Semua komponen bangsa harus meras terpanggil untuk melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dan melakukan dengan penuh keikhlasan sebagai suatu ibadah.

REHABILITASI SOSIAL BERBASIS INSTITUSI

Upaya mengembalikan kondisi penyalahguna narkoba kembali pulih dalam aspek sosial dan psikologis, sehigga mereka dapat berfungsi secara wajar atau adaftif dalam kehidupan masyarakat.

Akesabilitas Masyarakat
Kemampuan masyarakat untuk menjangkau lembaga pelayanan rehabilitasi sosial baik Kemampuan masyarakat untuk menjangkau lembaga pelayanan rehabilitasi sosial baik
Institusi/lembaga pemerintah, swasta, LSM maupun lembaga pelayanan lainnya.

Program Terapi dan Rehabilitasi berbasis Institusi

  • Rawat Inap (Hospitalisasi) yang sering disebut terapi primer (primary traetment) 
    Perawatan dinap dirumah sakit khusus (RSKO), RSJ, unit RSU
    Waktu terapi berlangsung hingga 4-6 minggu atau lebih bahkan sampai 2 th.
  • Rawat Jalan
    Biasanya berlangsung 10 minggu, selama 2-3 jam, 3-4 kali seminggu (day Program)
  • Panti Rehabilitasi
    Jenis rehabilitasi : Rehabilitasi sosial, spiritual dan rehabilitasi psikososial. Baik yang dikelola pemerintah maupun swasta.Program berlangsung selama 3bulan hingga 2 tahun. Terapi yang dilakukan bersifat Konfrontatif
  • Rumah Pendapingan
    Rumah Pendampingan : Tempat transisi antara institusi  rehabilitasi dan Rumah tinggal.

Hambatan Aksesabilitas

  • Psikologis : Stigma dari masyarakat, ketidaktahuan, ketidak pedulian keluarga, dll.
  • Geografis : jarak antara tempat rehabilitasi dengan rumah
  • Ekonomi : Biaya

Nama-nama lembaga/ institusi

  • Galih Pakuan di Putat Nutug Bogor  (Depsos)
  • Binangkit Lembang Bandung (Dinsos Jabar)
  • LIDO Sukabumi (BNN)
  • Parmadisiwi Cawang JKT (POLRI)
  • Rumah Cemara Gegerkalong Bandung (LSM)
  • Bahtera Buah Batu Bandung (LSM)
  • Pesantren Suryalaya, Tasik Malaya (Swasta)

REHABILITATION
Aktivitas yang meliputi :

  • Deteksi Awal, Asesmen, dan Intervensi
  • Pelayanan Medis yang sesuai
  • Pelayanan Sosial Psikologis dan berbagai bentuk konseling dan bantuan
  • Pelatihan untuk aktivitas kehidupan sehari-hari.
  • Pelayanan pendidikan khusus
  • Pelatihan vokasi didalam dan diluar institusi
  • Pelayanan tindak lanjut untuk mempertahankan kemampuan.

Fase rehabilitasi sosial berbasis institusi

  • Fase Pendekatan Awal : Orientasi dan konsultasi, identifikasi, pemberian motivasi
  • Fase Penerimaan : Registrasi, penelaahan dan pengungkapan masalah, rencana penempatan program.
  • Fase bimbingan sosial dan bimbingan keterampilan : bimbingan fisik dan mental, bimbingan sosial, bimbingan keterampilan usaha/kerja.
  • Resosialisasi : bimbingan kesiapan dan peran serta masyarakat,
  • Pembinaan lanjut : bimbingan peningkatan keidupan bermasyarakat dan berperan serta dalam pembangunan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: