Penyuluhan Sosial “NAPZA” oleh dr Budhi BM Sonjaya

NARKOTIKA DAN BAHAN/OBAT BERBAHAYA

( NARKOBA )

DSC_9220
Disampaikan oleh:
Dr. Budhi BM Sonjaya
UPT PUSKESMAS CIPAMOKOLAN

DEFINISI DRUGS WHO 1969

Drugs adalah:

Setiap zat yang jika masuk kedalam organisme hidup akan mengadakan perubahan pada satu atau lebih fungsi-fungsi organ tubuh.

3 Kategori obat :
– Obat Medis
– Obat Legal
– Obat Illegal

NAPSA
(NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA DAN ZAT ADIKTIF LAINNYA) ADALAH:

Bahan/Zat/Obat yang bila masuk tubuh manusia bisa mempengaruhi otak, terutama Susunan Saraf Pusat.
Menyebabkan :

  • gangguan kesehatan: fisik, dan psikis.
  • gangguan fungsi sosial karena terjadi: kebiasaan, ketagihan, dan ketergantungan.

Tiga Kategori NAPZA :

1.Stimulant (perangsang)– Meningkatkan aktivitas susunan syaraf pusat.

  • Meningkatkan detak jantung, tekanan darah, dan pernafasan.
  • Menekan selera makan dan menjaga pemakainya terbangun.Contoh: Sabu, Kopi, XTC, Rokok, Kokain

2. Depressant (penenang)

  • Memperlambat aktivitas susunan syaraf pusat
  • Penurunan detak jantung dan pernafasan
  • Membebaskan dari kegelisahan Contoh: Alcohol, Putaw, Analgesic, Pil Koplo

3. Hallucinogen

  • Mengakibatkan gangguan penglihatan
  • Mengubah suasana hati dan pikiran Contoh : Ganja, Jamur, LSD


NARKOTIKA
Adalah Zat atau bahan berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan:

  • Penurunan / perubahan kesadaran
  • Hilang rasa
  • Menghilangkan rasa nyeri
  • Timbulkan ketergantungan Contoh Narkotika:
    – Golongan I    : heroin, candu, ganja, marihuana,  kokain.
    – Golongan II   : morphin, pethidin.
    – Golongan III  : kodein

PSIKOTROPIKA
Zat atau obat, baik alamiah atau sintetis bukan narkotika yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.

  • Golongan I : Berpotensi amat kuat mengakibatkan ketergantungan
    Contoh : Ekstasi, Lysergic acid diethylamide (LSD)
  • Golongan II : Digunakan untuk terapi, berpotensi kuat mengakibatkan ketergantungan
    Contoh : amfetamin, metilfenidat atau ritalin
  • Psikotoprika Golongan III : Digunakan untuk terapi, berpotensi sedang mengakibatkan ketergantungan
    Contoh : pentobarbital, flunitrazepam
  • Psikotropika Golongan IV : Digunakan untuk terapi, berpotensi ringan mengakibatkan ketergantungan
    Contoh : diazepam, pil koplo, nitrazepam (pil BK), fenobarbital, dll

ZAT ADITIF LAIN
Bahan lain selain narkotika dan psikotropika, yang berpengaruh menimbulkan ketergantungan.
Contoh zat adiktif:

  • minuman beralkohol
  •  inhalasia (gas yang dihirup): lem, thinner,penghapus cat kuku, bensin.
  • Tembakau: sebagai pintu masuk penyalahgunaan NAPZA pada remaja. Sebaiknya ada batas umur dalam penggunaannya.

PENYALAHGUNAAN NAPZA
Yaitu penggunaan salah satu atau beberapa jenis NAPZA secara berkala/teratur diluar indikasi medis (kesehatan), sehingga menimbulkan gangguan kesehatan fisik, psikis, dan gangguan fungsi sosial.

KETERGANTUNGAN NAPZA
Keadaan dimana telah terjadi ketergantungan fisik dan psikis, sehingga tubuh memerlukan jumlah NAPZA yang semakin bertambah (toleransi). Bila pemakaian dikurangi, timbul gejala putus zat (withdrawal symptoms).

TAHAPAN PEMAKAIAN NAPZA
1. Use (menggunakan)
Tahap awal dalam pemakaian Narkoba dimana yg bersangkutan hanya sekedar iseng, coba-coba, ingin tahu rasanya, ikut-ikutan dan menganggap memakai narkoba hanya sekedar untuk fun.

2. Abuse (menyalahgunakan)
Dalam tahapan ini sipemakai sudah bisa merasakan efek dari pemakaian Narkoba, frekwensi pemakaiannya bertambah (1 atau 2 kali seminggu). Yang bersangkutan lebih cenderung untuk berkumpul dengan teman yang pakai, mulai berani beli narkoba meskipun dengan cara patungan, kalau ada masalah lari ke pemakaian.

3. Addict/user (pengguna)
Di tahapan ini Narkoba sudah menjadi masalah dalam kehidupan sehari-hari sipemakai.  Hidupnya dikendalikan oleh narkoba, cara apapun akan ditempuh untuk mencukupi kebutuhan pemakaian narkoba (bohong,   mencuri, merampok dll)

Perasaan Susah Hilang
Perasaan Susah Hilang
Ketergantungan Secara Psikis
Keinginan Secara Psikis
Ketergantungan Secara Fisik
Addiksi
Penghentian Tiba-tiba
Gejala Putus Obat

PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NAPZA
1. FAKTOR INDIVIDU
2. FAKTOR LINGKUNGAN
3. FAKTOR TERSEDIANYA ZAT NAPZA.

FAKTOR INDIVIDU

  • Banyak terjadi pada remaja karena sedang mengalami perubahan biologis, psikologis, sosial.
  • Remaja merupakan individu yang rentan dan beresiko tinggi terhadap penyalahgunaan NAPZA.

LINGKUNGAN KELUARGA

  • Lingkungan keluarga (orangtua)
  • Komunikasi orangtua dan anak kurang baik.
  • Hubungan dalam keluarga kurang harmonis
  • Ortu bercerai, selingkuh, kawin lagi
  • Ortu terlalu sibuk atau tidak acuh
  • Ortu otoriter atau serba melarang
  • Ortu yang serba membolehkan/permisif.
  • Kurangnya orang yang dijadikan teladan
  • Ortu tidak tahu masalah NAPZA
  •  Disiplin keluarga yang berubah-ubah
  •  Kurangnya kehidupan beragama
  • Ortu yang juga menjadi penyalahguna narkoba.
  • Kurangnya orang yang dijadikan teladan
  • Ortu tidak tahu masalah NAPZA
  • Disiplin keluarga yang berubah-ubah
  • Kurangnya kehidupan beragama
  • Ortu yang juga menjadi penyalahguna narkoba.

LINGKUNGAN SEKOLAH

  • Sekolah yang kurang disiplin
  • Sekolah dekat tempat hiburan dan penjualan NAPZA
  • Sekolah yang kurang memberi kesempatan pada siswa untuk berkreatifitas
  • Adanya murid pengguna NAPZA di sekolah.

LINGKUNGAN MASYARAKAT/SOSIAL

  • Lemahnya penegakan hukum
  • Situasi politik, sosial, dan ekonomi yang kurang mendukung.

ADDICTION / KECANDUAN

Definisi Kecanduan, NIDA
(National Institute of Drugs Abuse)
Kecanduan adalah sebuah penyakit kronis kambuhan yang ditandai oleh penyalahgunaan dan pencarian narkoba berulang-ulang kali serta perubahan susunan kimia otak yang bertahan lama

GEJALA DARI PENYALAHGUNAAN NAPZA

1. Perubahan fisik:
Pada saat penggunaan NAPZA:
– jalan sempoyongan, bicara cadel, cuek, mengantuk, agresif, curiga
– Bila over/kelebihan dosis: nafas cepat, denyut jantung dan nadi lambat, kulit teraba dingin, nafas lambat/berhenti, meninggal.
– Bila sedang ketagihan (sakau): mata dan hidung berair, menguap terus, diare, sakit seluruh tubuh, takut air sehingga jarang mandi, kejang, kesadaran menurun.
– Pengaruh jangka panjang: tidak peduli terhadap kesehatan dan kebersihan, gigi tidak terawat dan keropos, terdapat suntikan pada lengan atau bagian tubuh lain.

2. Perubahan Sikap dan Perilaku
– Prestasi sekolah menurun, tidak mengerjakan tugas, bolos, pemalas, kurang bertangung jawab.
– Pola tidur berubah, sering begadang, sulit bangun pagi hari, mengantuk di kelas.
– Sering bepergian sampai larut malam tanpa memberi tahu lebih dulu.
– Sering mengurung diri, lama di kamar mandi, menghindar bertemu keluarga.
– Sering mendapat telepon dan didatangi orang tak dikenal.
– Sering berbohong, minta banyak uang dgn banyak alasan, bahkan mencuri.
– Sering bersikap emosional, mudah tersinggung, marah, kasar, sikap bermusuhan, curiga, penuh rahasia.

METHODE TERAPI KECANDUAN

– TC (Therapeutic Community)
– 12 Steps NA (Narcotic Anonymous)
– CBT (Cognitive Behavior Therapy)
– Detoxification (rapid detox)
– Spiritual religius
– Bio,psiko,sosial,spiritual  

KEGIATAN PENANGGULANGAN MASALAH PEMAKAIAN NARKOBA

1. Supply Reduction (pengurangan pasokan)

1.1 Pembatasan akses narkoba legal berdasarkan:

– Ketentuan umur
– Pembatasan tempat pemakaian
– Pembatasan tempat pembelian

1.2 Pemberantasan narkoba ilegal:

– Produksi narkoba
– Impor narkoba
– Peredaran narkoba

2. Demand Reduction (pengurangan permintaan)

– Pencegahan narkoba dan pendidikan penanggulangan narkoba
– Perawatan ketergantungan narkoba

3. Harm Reduction (pengurangan dampak buruk)

Bertujuan untuk:
– Menurunkan angka kriminalitas (menjadi pemakai narkoba legal)
– Menyediakan bimbingan, rujukan, dan perawatan
– Mengurangi resiko penularan penyakit
– Mengurangi resiko over dosis

HIV / AIDS

H  : Human 
I    : Immunodeficiency
V   : Virus

HIV  adalah virus yang menyebabkan AIDS, yang menyerang sistem kekebalan tubuh pada manusia.

A : Acquired
I  : Immune
D : Deficiency
S : Syndrome

AIDS adalah sekumpulan gejala penyakit yang muncul akibat melemahnya sistem kekebalan tubuh dan dapat mengakibatkan kematian

MEDIA DAN CARA PENULARAN HIV

1. Darah

– jarum suntik
– jarum tatto

2. Cairan Kelamin

– hubungan seks yang tidak aman

3. Air Susu Ibu

HIV tidak menular melalui :
– Jabatan tangan
– Alat makan bersama
– Gigitan nyamuk
– Closet bersama

SIAPA RAWAN TERTULAR HIV?
– Pengguna Jarum Suntik dan Pasangannya
– WPS
– LSL/ MSM/ PPS
– Pelanggan
– Pasangan Pelanggan

PENCEGAHAN HIV / AIDS
A = Abstinent/berpantang penuh
B = Be faithful/Setia
C = Condom
D = Don’t inject/tidak menyuntik
E = Education/pendidikan

SAY NO TO DRUGS

SAY;
Sayangi diri sendiri, teman, dan keluarga dari   bahaya NAPZA.

NO;
Norma Agama diterapkan agar tidak salah jalan.

TO,DRUGS;
Tolak semua rayuan yang mengajak untuk memakai dan menyalahgunakan DRUGS .

TERIMA KASIH

Untuk pertanyaan dan konsultasi, hubungi:
UPT PUSKESMAS CIPAMOKOLAN
Jl. Raya Cipamokolan, 
Tlp. 022 7565495
Bandung

***Sekretariat RW 05 Cipamokolan : Jl Santosa Asih V no 33 Bandung 40292***

2 Komentar

  1. teguh said,

    Agustus 2, 2009 pada 11:34 am

    apakah fenobarbital itu masih digunakan ta

  2. Susiawati Nurjannahh said,

    Agustus 24, 2009 pada 12:29 pm

    Pak RW, bagaimana kalau para pemudanya disatukan dalam kegiatan yang bernama PIK-KRR (Pusat Informasi dan Konsultasi-Kesehatan Reproduksi Remaja) sebagai follow -up dari kegiatan yang diselenggarakan oleh bu RT 12 tea (Teh Yuti). Sehingga kalo ada wadahnya, penyuluhan terhadap remaja akan jadi kegiatan rutin. Jadi gak sekadar di Agustusan saja ada kegiatan remaja. Mohon jawabannya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: